ekosistembisnis.com – Startup teknologi finansial TechGrow Singkawang meluncurkan sistem pembayaran offline berbasis QR lokal yang memungkinkan transaksi berjalan meski tanpa koneksi internet.
Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas tantangan infrastruktur digital di beberapa daerah Kalimantan Barat yang belum sepenuhnya terkoneksi jaringan cepat.
Menurut CEO TechGrow, Dimas Arifianto, ide ini berangkat dari kebutuhan nyata para pedagang kecil di wilayah pasar tradisional dan daerah wisata.
“Banyak pedagang sudah punya kode QR, tapi sering gagal saat jaringan hilang. Kami ingin transaksi tetap lancar di mana pun,” ujarnya.
Sistem ini dirancang untuk bisa digunakan di wilayah dengan sinyal terbatas, memanfaatkan kode enkripsi temporer yang dapat diverifikasi otomatis saat perangkat tersambung kembali ke jaringan.
Baca Juga: “InnoPay Lampung Kembangkan Keuangan Digital untuk UMKM“
TechGrow Singkawang Perkenalkan Cara Kerja Pembayaran Offline QR
Berbeda dengan sistem QR konvensional, TechGrow OfflinePay menyimpan data transaksi terenkripsi di perangkat pembeli dan penjual.
Setelah pembayaran dipindai, sistem mencatat nominal dan waktu transaksi secara lokal.
Saat koneksi internet kembali tersedia, seluruh data dikirim otomatis ke server pusat untuk diverifikasi.
Keunggulan Sistem Ini:
- 🔋 Tidak butuh koneksi internet langsung.
- 💳 Transaksi tetap tercatat dengan keamanan berlapis.
- 🕓 Waktu proses hanya 2–3 detik.
- 📲 Integrasi otomatis ke dompet digital TechGrowPay.
- 🌐 Bisa digunakan di pasar, rest area, dan kawasan wisata.
“Teknologi ini berbasis blockchain ringan. Jadi meskipun offline, data transaksi tetap aman dari duplikasi,” jelas Raisa Adinda, CTO TechGrow.
TechGrow Singkawang Beri Dukungan untuk UMKM dan Pedagang Kecil
TechGrow menargetkan 10.000 UMKM di Kalimantan Barat menggunakan sistem pembayaran offline ini hingga akhir tahun.
Banyak pedagang lokal menilai sistem ini membantu mereka mengurangi risiko gagal bayar akibat gangguan sinyal.
Evi Rahma (37), pemilik kios minuman di kawasan Pantai Pasir Panjang Singkawang, mengaku lebih percaya diri melayani pelanggan.
“Dulu kalau sinyal hilang, pembeli sering batal beli. Sekarang, transaksi tetap jalan, tinggal sinkron pas koneksi balik,” katanya.
Selain mempermudah transaksi, TechGrow juga bekerja sama dengan Bank Kalbar untuk menyiapkan insentif cashback 5% bagi pengguna baru di minggu peluncuran.
Langkah ini diharapkan menarik minat pelaku usaha yang masih ragu beralih ke sistem digital.
Kolaborasi TechGrow Singkawang Dengan Pemerintah dan Startup Lokal
Kehadiran sistem QR offline ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Singkawang.
Menurut Kepala Dinas Perdagangan Samsul Bahri, langkah TechGrow dianggap sejalan dengan program “Smart City Singkawang 2025.”
“Kami ingin digitalisasi tidak hanya di kota besar. Dengan model seperti TechGrow, daerah bisa mandiri secara teknologi,” ujarnya.
Pemerintah juga sedang memfasilitasi pelatihan untuk pelaku UMKM agar lebih memahami cara kerja pembayaran digital, keamanan transaksi, dan manajemen keuangan berbasis aplikasi.
Pelatihan ini melibatkan 200 pedagang pasar tradisional di tahap awal.
Ekspansi ke Wilayah Kalimantan dan Sumatera
Setelah sukses diuji coba di Singkawang, TechGrow berencana memperluas jangkauan layanan ke beberapa daerah lain seperti Pontianak, Ketapang, dan Palembang.
Mereka juga menargetkan kerja sama dengan koperasi nelayan dan petani untuk memperkenalkan sistem pembayaran tanpa internet di sektor produktif.
“Bayangkan petani sawit di daerah terpencil bisa tetap menerima pembayaran digital walau sinyal minim. Itu masa depan ekonomi inklusif,” ungkap Dimas optimistis.
TechGrow juga akan menggandeng startup teknologi keamanan asal Bandung untuk meningkatkan lapisan enkripsi dan proteksi data pengguna, memastikan keamanan setara dengan standar bank digital nasional.
Respon Positif dari Komunitas Digital Lokal
Komunitas teknologi Singkawang menyambut antusias inovasi ini.
Menurut Yosef Natan, pengamat startup lokal, langkah TechGrow menunjukkan bahwa inovasi finansial tidak harus datang dari kota besar.
“Yang menarik adalah pendekatan lokalnya. Mereka paham kondisi lapangan, lalu bikin solusi yang relevan,” ujarnya.
Beberapa universitas di Kalimantan Barat bahkan menjadikan sistem ini studi kasus dalam kuliah teknologi finansial, karena dinilai cocok untuk diterapkan di daerah rural.
TechGrow pun membuka peluang magang dan riset bagi mahasiswa teknologi informasi agar bisa berkontribusi dalam pengembangan versi berikutnya.
Visi Besar untuk Ekonomi Digital Daerah
TechGrow percaya bahwa masa depan ekonomi daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga kemampuan digitalisasi masyarakatnya.
Melalui inovasi seperti QR offline ini, mereka ingin menghapus kesenjangan digital antara pusat dan daerah.
“Selama ada kreativitas dan niat baik, Singkawang bisa jadi contoh kota kecil dengan inovasi besar,” tutur Dimas menutup acara peluncuran.
Dengan pendekatan lokal yang kuat, TechGrow Singkawang kini bukan sekadar startup fintech, melainkan simbol gerakan ekonomi digital dari pinggiran yang berdampak nyata.
Baca Juga: “Sinergi KemenImipas-Kementerian UMKM Dukung Pemasaran Produk Buatan Napi“











