ekosistembisnis.com — Semangat pelaku UMKM di Bali untuk meningkatkan kualitas usaha semakin tinggi, terutama dalam hal pemasaran digital dan penguatan identitas merek. Melihat kebutuhan tersebut, MarketHive Bali mengadakan Workshop Branding Interaktif khusus untuk UMKM dari berbagai sektor.
Acara ini dirancang agar para pelaku usaha dapat memahami konsep branding dengan cara praktis, ringan, dan langsung bisa diterapkan pada bisnis masing-masing.
Workshop berlangsung di Denpasar dan dihadiri lebih dari 120 peserta. Mereka berasal dari berbagai bidang seperti kuliner, kerajinan tangan, fashion lokal, produk herbal, hingga layanan jasa kreatif. Antusiasme tinggi terlihat sejak sesi registrasi karena peserta merasa branding adalah aspek yang sering diabaikan, tetapi sangat menentukan daya saing sebuah usaha.
Menurut penyelenggara, tujuan utama workshop ini adalah membantu UMKM Bali memiliki identitas merek yang kuat, bukan sekadar membuat logo atau tagline. Branding dipahami sebagai pengalaman, nilai, dan pesan yang ingin disampaikan ke pelanggan.
“Branding itu bukan sekadar tampilan visual. Branding adalah karakter bisnis. Jika UMKM punya karakter yang jelas, mereka lebih mudah dipercaya,” jelas Nadya Karina, fasilitator MarketHive Bali.
Baca Juga: “SmartPort Bitung Luncurkan Sistem Pemantauan Kapal Berbasis AI“
🎯 MarketHive Bali Gelar Workshop: Branding yang Bisa Langsung Dipakai UMKM
MarketHive ingin memastikan semua materi bersifat praktis, bukan teori rumit. Peserta diajak memahami branding dari sudut pandang konsumen. Prosesnya mengalir sederhana dan bertahap, sehingga dapat dipahami oleh pemilik usaha pemula sekalipun.
1. Menentukan Identitas Dasar Merek
Peserta diminta menjawab tiga pertanyaan utama:
- Siapa target pelanggan utama Anda?
Peserta belajar memetakan usia, lokasi, kebiasaan belanja, dan kebutuhan pelanggan secara langsung. - Apa nilai unik yang ditawarkan?
Setiap UMKM diajak menemukan “pembeda” dari usaha lain, seperti bahan lokal, resep keluarga, pelayanan ramah, atau packaging ramah lingkungan. - Bagaimana Anda ingin pelanggan mengingat brand Anda?
Hal ini menjadi dasar pembuatan pesan merek dan gaya komunikasi.
Proses ini membantu UMKM menemukan fondasi brand yang jelas sebelum melangkah ke tahap desain dan pemasaran.
2. Visual Branding yang Mudah dan Murah
Sesi ini menjadi favorit peserta karena membahas cara membuat tampilan brand menarik meski dengan bujet terbatas.
Peserta belajar membuat:
- palet warna yang sesuai karakter usaha
- font yang mudah dibaca dan konsisten
- logo sederhana tetapi mudah diingat
- gaya foto produk yang seragam
- materi desain untuk media sosial
MarketHive memperlihatkan contoh desain UMKM lokal yang berhasil meningkatkan kepercayaan konsumen setelah memperbaiki tampilan visualnya.
3. Storytelling: Cara Bercerita agar Pelanggan Terhubung Emosional
Brand yang baik tidak hanya menjual produk, tetapi juga cerita.
Peserta diajak membuat kisah singkat tentang perjalanan usaha, termasuk:
- alasan membangun bisnis
- nilai yang ingin dibawa ke pelanggan
- tantangan yang pernah dialami
- komitmen yang dipegang pemilik usaha
Cerita tersebut kemudian dirangkai menjadi konten untuk media sosial, website, marketplace, maupun materi iklan sederhana.
“Pelanggan membeli bukan hanya produk, tetapi juga alasan di balik produk itu,” ujar Nadya.
🎨 MarketHive Bali Gelar Sesi Interaktif: Peserta Membangun Brand Sendiri
Salah satu keunggulan workshop ini adalah sesi langsung praktik. Peserta dibagi menjadi kelompok kecil dan diminta membuat mini branding kit.
Dalam sesi ini, peserta:
- membuat konsep brand
- menentukan warna utama
- memilih gaya visual
- membuat slogan pendek
- merancang konten pertama untuk Instagram
Pendamping dari MarketHive memberikan koreksi dan saran secara langsung. Banyak peserta merasa terbantu karena mereka lebih mudah memahami branding setelah mencoba membuatnya sendiri.
📈 MarketHive Bali Berikan Dampak Positif bagi UMKM Bali
Setelah workshop, peserta mengaku lebih percaya diri mengelola brand masing-masing. Beberapa manfaat yang dirasakan peserta:
- tampilan usaha mereka lebih rapi dan profesional
- brand lebih mudah diingat pelanggan
- engagement media sosial meningkat
- mampu menentukan target pasar lebih jelas
- lebih paham cara membuat konten yang konsisten
Sejumlah UMKM bahkan langsung menerapkan ilmu workshop untuk menata ulang kemasan produk, meningkatkan desain feed Instagram, dan memperbaiki bahasa pemasaran.
🤝 Kolaborasi dan Jejaring Bisnis
MarketHive Bali juga memfasilitasi sesi networking agar peserta dapat saling terhubung. Banyak UMKM kemudian melakukan kolaborasi seperti:
- kerja sama foto produk
- paket bundling usaha kuliner
- kolaborasi hampers lokal
- kerja sama event kecil
- pertukaran layanan promosi
Sesi jejaring ini terbukti memperluas peluang bisnis, terutama bagi UMKM baru yang ingin membangun audiens.
🏁 Kesimpulan
Workshop Branding Interaktif UMKM dari MarketHive Bali menjadi langkah penting dalam menguatkan daya saing pelaku usaha lokal. Dengan materi praktis, sesi interaktif, dan pendampingan langsung, pelatihan ini membantu UMKM memahami dasar branding yang benar.
Program ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin agar semakin banyak pelaku usaha mampu membangun brand kuat dan bertahan di tengah ketatnya persaingan pasar.
Baca Juga: “Perjuangan Tanpa Lelah Fasilitator Rumah BUMN Telkom Ajak Digitalisasi UMKM Binaan“











