ekosistembisnis.com – Surabaya, sebagai salah satu pusat bisnis terbesar di Jawa Timur, kini menjadi perhatian startup teknologi Blibli Tech. Melalui program inovatif, mereka mendorong para seller lokal agar naik kelas dengan memanfaatkan teknologi digital.
CEO Blibli Tech, Rifky Adi Pratama, mengatakan inisiatif ini hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Banyak pelaku usaha lokal yang punya produk bagus, tapi belum tahu cara menjualnya secara digital,” ujarnya.
Blibli Tech hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut lewat sistem pelatihan, analisis data, dan dukungan e-commerce.
Baca Juga: “Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong Kopi Digital Tembus Ekspor“
Misi Memberdayakan UMKM Lokal
Sejak awal berdiri, Blibli Tech menempatkan UMKM sebagai fokus utama.
Mereka percaya bahwa masa depan ekonomi Indonesia bergantung pada kekuatan sektor mikro dan kecil.
Di Surabaya, startup ini meluncurkan program “Digital Go Local”, yang bertujuan meningkatkan kemampuan para penjual dalam hal pemasaran, manajemen stok, dan pelayanan pelanggan online.
Program ini melibatkan lebih dari 500 seller yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
“Kami tidak hanya memberi akses platform, tapi juga mendampingi mereka sampai benar-benar siap bersaing,” kata Rifky.
Para peserta mendapatkan panduan teknis, strategi promosi digital, hingga pelatihan desain visual produk.
Tabel: Program Unggulan Blibli Tech di Surabaya
| Program | Fokus Kegiatan | Dampak |
|---|---|---|
| Digital Go Local | Pelatihan digital & e-commerce | 500+ seller ikut |
| Data Insight Hub | Analisis tren pasar lokal | UMKM lebih adaptif |
| Creative Visual Lab | Desain produk dan branding | 200 brand terbentuk |
| Smart Logistics | Manajemen pengiriman otomatis | Efisiensi biaya 30% |
Dukungan Teknologi untuk Seller Lokal
Salah satu keunggulan Blibli Tech adalah integrasi teknologi yang sederhana namun efisien.
Melalui platform SmartSell, penjual bisa memantau stok, transaksi, dan pesanan dalam satu sistem terpadu.
Fitur ini memudahkan pelaku usaha kecil yang biasanya masih mencatat penjualan secara manual.
“Dengan satu dashboard, semua data bisa dilihat real time,” jelas Dwi Larasati, Head of Product Blibli Tech.
Sistem ini juga dilengkapi fitur prediksi permintaan pasar, sehingga seller bisa menyesuaikan jumlah produksi.
Selain itu, Blibli Tech menyediakan layanan Smart Logistics yang terhubung dengan berbagai mitra pengiriman.
Dengan teknologi ini, proses pengiriman menjadi lebih cepat dan biaya bisa ditekan hingga 30 persen.
Cerita Sukses dari Pelaku Lokal
Dampak nyata mulai terlihat.
Salah satu peserta, Aditia Pramono, pemilik usaha keripik pisang “Manis Legi”, mengaku bisnisnya berkembang pesat setelah mengikuti program Digital Go Local.
“Sebelumnya saya hanya jual lewat toko kecil di Gubeng,” katanya.
“Sekarang produk kami sudah dikirim ke Jakarta dan Bali lewat platform online.”
Dalam waktu enam bulan, penjualannya naik lebih dari 80 persen.
Aditia mengaku terbantu oleh fitur analisis data yang memberinya wawasan soal jam penjualan terbaik dan produk paling diminati.
Contoh lain datang dari UMKM batik tulis “Batik Kenongo”, yang memanfaatkan fitur Creative Visual Lab untuk memperbarui tampilan produknya.
Kini, mereka berhasil menjangkau pasar mancanegara seperti Malaysia dan Singapura.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Blibli Tech tidak bekerja sendiri.
Mereka menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya untuk memperluas dampak program.
Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan literasi digital serta pemberdayaan ekonomi kreatif.
“Startup seperti Blibli Tech membantu kami mempercepat proses transformasi digital pelaku usaha,” kata Dwi Cahyo, Kepala Bidang Pengembangan UMKM Surabaya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan sektor swasta menjadi kunci untuk memperkuat daya saing UMKM di era ekonomi digital.
Pemerintah daerah juga memberi dukungan berupa fasilitas ruang kerja bersama bagi peserta program.
Tempat ini digunakan untuk sesi pelatihan, mentoring, dan promosi produk secara daring.
Mendorong Ekonomi Digital Berkelanjutan
Inovasi yang dilakukan Blibli Tech tidak hanya membantu pelaku usaha dari sisi bisnis, tapi juga dari aspek keberlanjutan.
Startup ini mendorong para seller untuk menerapkan konsep green packaging dan efisiensi energi dalam proses produksi.
“Kami ingin pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya cepat, tapi juga ramah lingkungan,” jelas Rifky.
Langkah ini sejalan dengan tren konsumen yang semakin peduli pada produk berkelanjutan.
Selain itu, Blibli Tech mulai memperkenalkan fitur Carbon Tracker di platformnya.
Fitur ini menghitung estimasi emisi karbon dari proses pengiriman, sehingga penjual bisa memilih opsi pengiriman yang lebih ramah lingkungan.
Respon Pasar dan Rencana Ekspansi
Sejak diluncurkan, inisiatif Blibli Tech mendapat respon positif dari masyarakat.
Banyak pelaku usaha yang sebelumnya kesulitan beradaptasi kini mampu mengelola bisnis digital secara mandiri.
Data internal menunjukkan peningkatan transaksi seller lokal Surabaya mencapai 45 persen dalam enam bulan terakhir.
Melihat hasil itu, Blibli Tech berencana memperluas program serupa ke kota lain seperti Semarang dan Makassar.
“Kami ingin menciptakan ekosistem digital yang inklusif,” kata Rifky.
“Ketika UMKM tumbuh, ekonomi daerah juga ikut maju.”
Refleksi: Inovasi yang Menyentuh Akar Ekonomi
Kehadiran Blibli Tech menunjukkan bahwa inovasi teknologi bisa menjadi alat pemberdayaan ekonomi nyata.
Dari pelatihan hingga sistem logistik, semua diarahkan untuk membuat pelaku usaha kecil lebih mandiri dan kompetitif.
Program ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang memberikan kesempatan setara bagi pelaku usaha di luar pusat kota besar.
Surabaya kini bukan sekadar kota perdagangan, tapi juga contoh sukses digitalisasi ekonomi lokal.
Seperti kata Rifky di akhir wawancara,
“Transformasi digital bukan soal alat, tapi soal mindset.
Ketika pelaku lokal percaya diri untuk go online, saat itulah masa depan ekonomi Indonesia mulai berubah.”
Baca Juga: “Anggota DPRD DKI Ini Dukung Rencana Kenaikan Tarif Bus Transjakarta“











